Jumat, 07 Februari 2014

Anakmu yang rindu padamu Ibu :')

Anakmu ini sedang sangat merindukanmu Ibu, setiap belai katamu, peluk auramu sangat kuidamkan malam ini. Terisak menangisku pun tak bisa menggambarkan betapa pilu kerinduan ini. Aku sedang terpukul hari ini Ibu, ingin sekali aku ceritakan raungan pilu yang kuhadapi. Bisakah aku membawa Ibu kedalam pukulan masalahku hari ini ? Tenangkan aku Ibu, Hangatkan aku dengan setiap nada suaramu.

Tapi sungguh Ibu, ini pertama kalinya aku menangis sejak mulai ada disini. Ditempat baru yang mungkin akan berbeda suasana seperti yang lalu. Kini rasanya aku tersudut sendiri dikamar yang hanya dipenuhi kerinduan untukmu Ibuku. Sebenarnya ini bukan masalah yang pantas membuatku menangis, jadi jangan khawatirkan aku. Aku sungguh baik-baik saja disini, maafkan aku atas kegelisahan yang aku beri. Maafkan aku yang mungkin pernah membuatmu khawatir. Maafkan aku.

Jangan dengarkan sedih dan isak tangisku kali ini Ibu, jangan khawatirkan aku disini. Aku baik-baik saja dan aku bisa melewatinya. Jangan tanyakan aku apakah aku menangis dan betapa sulit masalahku. Suaramu sudah sangat melegakan kusutnya hatiku hari ini tapi tetap saja tanpa bertemu denganmu, tentu belum bisa mengobati rinduku ini Ibu. 

Merasakan kebahagiaan Ibu disana sudah membuatku tersenyum lega, suara tawa Ibu dan suasana rumah yang hangat bisa aku rasakan juga disini. Aku lega Ibu baik-baik saja, aku lega Ibu peka dan tahu kapan harus menghubungiku. Disaat seperti ini, Ibu membuktikan bahwa Ibu adalah Ibuku. Terima kasih sudah baik-baik saja disana dan terima kasih telah menjadi Ibuku sampai hari ini. Aku merindukanmu, sangat merindukan dan mencintaimu Ibu :')

Anakmu yang selalu ingin dipelukmu