Sabtu, 08 Februari 2014

Sungguh

Sulit kupahami dan ku terka. Ini terasa berbeda tapi tak pantas aku duga. Matanya bertemu cukup lama dengan mataku. Diantara empat nama kami, namaku yang disebutnya. Bolehkah aku sedikit tersanjung ? Bolehkah ?

Aku ingin menduga sesuatu yang tak seharusnya, aku tentu ingin tahu apa yang dipikirkan dibalik sikapnya. Mencari-cari kenyataan yang disebut fakta, bukan hanya sekedar opiniku. Dalam lamunku aku merasa yakin bahwa sepenuhnya aku tak menjatuhkan hati, mungkin aku hanya merasa ini orang yang baik. Tak lebih dan tak kurang. Tapi siapa yang tahu risalah hati ? Kata "Tidak" bisa menjadi "Iya" bila waktunya tiba kan.

Aku benar-benar tak berpikir bila aku menyukainya, meski aku sering mencari-cari alasan untuk berkesempatan berbicara dengannya. Hanya untuk mengakrabkan diri itulah alasan yang kuanggap sebagai alasan. Dan kini mataku mulai sering mencari-cari sosok dirinya, bukan karena rindu atau apapun itu. Aku hanya merasa bila kami bertemu, kami akan saling bertegur sapa. Apa aku benar tentang ini ? Tegur sapa ? itu alasan tak sengaja atau memang ingin disengaja. Aaaah opiniku sering sekali bertengkar dengan fakta yang ada.

Sebenarnya aku tak berharap seperti aku sedang menyukainya, karena sungguh rasa suka itu sangat terbatas. Aku yakin belum sepenuhnya menyukainya. Aku hanya tertegun dengan sikapnya kemarin. Sungguh hanya itu. Sungguh.